
Minahasa – Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam membangun sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat kembali ditegaskan melalui pelantikan Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM Tahun 2026. Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., yang juga dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana, secara resmi melantik seluruh panitia dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Jumat (24/7/2026).

Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi sekaligus menandai dimulainya konsolidasi besar penyelenggaraan salah satu agenda pelayanan gerejawi terbesar di lingkungan GMIM. Momentum ini juga mencerminkan eratnya kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam memperkuat pembangunan karakter, persatuan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh panitia yang telah menerima amanah pelayanan. Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan harus dipandang sebagai panggilan iman yang diwujudkan melalui pelayanan yang tulus, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada kemuliaan Tuhan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, pribadi, dan keluarga, saya menyampaikan selamat kepada seluruh panitia yang telah dilantik. Kiranya amanah ini diterima sebagai panggilan pelayanan, bukan semata-mata sebagai sebuah tugas organisasi, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan,” ujar Bupati.
Sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana, Bupati Robby juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM bersama Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Minahasa sebagai tuan rumah penyelenggaraan HUT ke-64 P/KB Sinode GMIM Tahun 2026.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan yang membawa konsekuensi tanggung jawab besar untuk menghadirkan penyelenggaraan kegiatan yang berkualitas, tertib, sukses, dan memberikan dampak positif bagi kehidupan bergereja maupun pembangunan daerah.
“Kepercayaan ini merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus kita jawab melalui kerja sama, semangat gotong royong, disiplin, serta pelayanan yang dilandasi kasih Kristus,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan sebuah agenda besar tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari soliditas organisasi, disiplin pelaksanaan, serta kemampuan seluruh unsur kepanitiaan membangun koordinasi yang efektif.
Karena itu, ia mengajak seluruh panitia untuk membangun budaya kerja yang dilandasi dedikasi, loyalitas, integritas, serta semangat saling menopang dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini tidak ditentukan oleh kerja satu atau dua orang, melainkan oleh kekompakan seluruh panitia serta dukungan seluruh jemaat GMIM,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati meminta agar setiap bidang kepanitiaan segera bergerak menyusun program kerja yang terukur, memperkuat koordinasi lintas seksi, mengidentifikasi seluruh kebutuhan pelaksanaan, serta memastikan setiap tahapan kegiatan terlaksana secara sistematis, efektif, efisien, akuntabel, dan bertanggung jawab.

Ia menilai manajemen kepanitiaan yang profesional akan menjadi fondasi utama dalam menghadirkan penyelenggaraan HUT ke-64 P/KB Sinode GMIM yang sukses secara substansi maupun pelaksanaan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Robby Dondokambey juga menekankan bahwa peringatan HUT ke-64 Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM hendaknya menjadi momentum strategis untuk memperkuat eksistensi dan peran kaum bapa sebagai pilar ketahanan keluarga, teladan moral, penggerak pelayanan gereja, sekaligus mitra pembangunan daerah.
Ia berharap kaum bapa GMIM terus menghadirkan keteladanan melalui sikap hidup yang berintegritas, bertanggung jawab, menjaga persatuan, serta aktif mengambil bagian dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Minahasa.
“Kaum Bapa GMIM diharapkan terus menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, menjaga persatuan, serta aktif mendukung berbagai program pembangunan daerah,” harapnya.
Dalam arahannya, Bupati juga mengajak seluruh warga GMIM untuk memperkuat sinergi bersama pemerintah dalam menyukseskan berbagai program prioritas daerah, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan hidup, pengendalian inflasi daerah, hingga menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, sebagai mitra strategis pembangunan.
“Kiranya kolaborasi antara gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan Minahasa yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Riviva Maringka, M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Arody Tangkere, M.AP., Asisten Administrasi Umum Ir. Jani Moniung, jajaran Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM, para kepala perangkat daerah, kepala badan, serta para camat se-Kabupaten Minahasa.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inklusif dengan memperkuat kolaborasi bersama lembaga keagamaan sebagai salah satu pilar penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, memperkokoh persatuan, serta mewujudkan Minahasa yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
#Lee_Us
====***====



