Vanda Sarundajang Buka Koridor Global, Minahasa Bidik Kemitraan Strategis Jepang

MINAHASA — Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang SS (Vasung) kembali menegaskan arah kepemimpinannya yang menempatkan kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan sebagai instrumen strategis dalam mempercepat agenda pembangunan daerah.

Bukan sekadar membuka ruang komunikasi, Vanda mendorong Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memperluas jejaring pembangunan hingga ke panggung kemitraan internasional, dengan menjadikan pengetahuan, teknologi, pengalaman, serta kompetensi global sebagai bagian dari modal pembangunan daerah.

Arah strategis tersebut terlihat dalam audiensi Pemkab Minahasa bersama IDEA Consultants, Inc. Japan, Kamis (27/8/2026), yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Minahasa.

Audiensi diterima langsung Wakil Bupati Vanda Sarundajang bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda Watania. Dalam pertemuan tersebut, Vanda didampingi jajaran perangkat daerah terkait menerima Mr. Komiya Masatsugu dari IDEA Consultants, Inc. Japan bersama David Angmalisang, Ph.D.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membuka jalur komunikasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dan mitra berpengalaman dari Jepang, sekaligus menjadi ruang awal untuk mengidentifikasi berbagai peluang kerja sama yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Bagi Minahasa, audiensi tersebut bukan sekadar forum pertukaran gagasan. Pertemuan itu diarahkan menjadi bagian dari proses membangun arsitektur kolaborasi pembangunan yang mampu mempertemukan kebutuhan daerah dengan pengetahuan, pengalaman, inovasi, serta praktik pembangunan yang berkembang di tingkat internasional.

Sejumlah sektor strategis menjadi perhatian dalam pembahasan, mulai dari pembangunan daerah, infrastruktur, perumahan dan kawasan permukiman, pertanian, sumber daya alam, hingga penguatan sektor perekonomian.

Kehadiran unsur lintas sektor semakin memperkuat bobot strategis pertemuan. Audiensi turut dihadiri Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Utara, akademisi Universitas Sam Ratulangi, Kepala BPKAD Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bagian Sumber Daya Alam, serta Kepala Bagian Perekonomian.

Konfigurasi tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Minahasa mulai membangun pola government networking yang lebih terbuka, dengan menempatkan koordinasi lintas sektor sebagai fondasi dalam mengawal setiap peluang kerja sama.

Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, pemerintah daerah dituntut tidak hanya mampu mengelola sumber daya yang tersedia, tetapi juga cakap membaca peluang, membangun konektivitas, serta mengadopsi pengetahuan yang relevan untuk memperkuat daya saing daerah.

Dalam konteks tersebut, Vanda Sarundajang menegaskan bahwa Pemkab Minahasa terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa tentu menyambut baik adanya audiensi dan penjajakan kerja sama seperti ini. Kami berharap pertemuan ini dapat membuka ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan masyarakat Minahasa,” ujar Vanda.

Pernyataan tersebut memperlihatkan pendekatan kepemimpinan Vanda yang menempatkan manfaat publik sebagai titik ukur utama setiap kemitraan.

Menurutnya, pembangunan tidak dapat dijalankan secara sektoral maupun sendiri-sendiri. Pemerintah membutuhkan sinergi dengan akademisi, dunia usaha, komunitas, lembaga profesional, serta mitra pembangunan dari dalam dan luar negeri.

Karena itu, pertukaran pengalaman dan pengetahuan menjadi penting untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, adaptif, berkelanjutan, sekaligus berpijak pada karakteristik dan potensi lokal.

“Kita tidak hanya membutuhkan kerja sama, tetapi kerja sama yang memiliki arah, relevansi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” menjadi semangat yang tercermin dalam proses penjajakan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Lynda Watania menegaskan bahwa keterlibatan perangkat daerah dalam audiensi merupakan bagian dari pendekatan lintas sektor untuk memastikan setiap peluang kemitraan dikaji secara komprehensif.

Menurut Lynda, gagasan yang berkembang tidak serta-merta diterjemahkan menjadi program, melainkan perlu melalui kajian yang mempertimbangkan kondisi daerah, potensi yang tersedia, kebutuhan masyarakat, kewenangan pemerintah daerah, serta arah kebijakan pembangunan Minahasa.

“Sinergi lintas sektor menjadi bagian penting agar setiap peluang kerja sama dapat dikaji secara lebih menyeluruh dan diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan Kabupaten Minahasa,” kata Lynda.

Ia menambahkan, keterlibatan unsur teknis dan akademisi memberikan penguatan perspektif agar setiap peluang kolaborasi memiliki landasan yang memadai dan pada akhirnya dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan nilai tambah.

Audiensi bersama IDEA Consultants, Inc. Japan sekaligus memperlihatkan bagaimana Pemkab Minahasa mulai memperkuat diplomasi pembangunan daerah melalui jejaring multipihak.

Pendekatan tersebut membuka peluang bagi Minahasa untuk tidak hanya menjadi penerima program pembangunan, tetapi juga menjadi daerah yang aktif membangun pertukaran pengetahuan dan gagasan dengan mitra yang memiliki pengalaman serta kompetensi di berbagai bidang.

Namun demikian, setiap peluang kerja sama tetap akan dikaji secara hati-hati dan diselaraskan dengan regulasi, kewenangan pemerintah daerah, kemampuan daerah, serta prioritas pembangunan.

Dengan demikian, keterbukaan terhadap mitra internasional tidak dimaknai sebagai sekadar perluasan jaringan, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem pembangunan yang lebih modern, kolaboratif dan berorientasi hasil.

Pemkab Minahasa berharap audiensi tersebut menjadi pintu masuk bagi komunikasi yang lebih intensif dan penjajakan kerja sama yang lebih konkret ke depan.

Berbagai peluang yang muncul akan terus ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis sesuai bidang masing-masing, sehingga kolaborasi yang nantinya terbentuk benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Bupati Minahasa Robby Dondokambey, bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang dan Sekda Lynda Watania, Pemkab Minahasa terus memperkuat fondasi pemerintahan yang adaptif, terbuka terhadap inovasi, serta responsif membaca peluang strategis.

Dalam kerangka tersebut, Vanda Sarundajang tampil sebagai salah satu simpul penting dalam membuka koridor baru kemitraan pembangunan—menghubungkan kebutuhan lokal dengan perspektif global.

Sebab bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa, jejaring global bukan sekadar tentang memperluas koneksi, tetapi tentang membuka pintu bagi pengetahuan, inovasi, teknologi dan pengalaman terbaik dunia untuk dikonversi menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Dengan semangat tersebut, ruang kerja Wakil Bupati pada Kamis itu bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah audiensi, tetapi menjadi ruang awal bagi sebuah agenda kolaborasi—ketika Minahasa mulai memperluas horizon pembangunannya dari lokal menuju jejaring global.

#Lee_Us

 

====***====

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *