
MINAHASA — Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Minahasa yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026, berlangsung penuh nuansa konsolidatif dan strategis.
Agenda partai berlambang Banteng moncong putih itu tidak hanya menjadi forum penguatan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput, tetapi juga momentum penting dalam penyegaran kepemimpinan politik di lembaga legislatif daerah.
Dalam suasana yang sarat semangat soliditas kader, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa, Robby Dondokambey, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pergantian Ketua DPRD Kabupaten Minahasa.
Melalui keputusan partai tersebut, tongkat estafet kepemimpinan DPRD Minahasa kini resmi berpindah dari Robby Longkutoy kepada Frangky Wolayan.
Prosesi penyerahan SK dilakukan di hadapan jajaran pengurus DPD, pengurus DPC, PAC, anggota Fraksi PDI Perjuangan, serta kader partai dari berbagai kecamatan di Minahasa.
Momentum tersebut menjadi simbol penguatan regenerasi politik sekaligus penegasan arah perjuangan partai dalam menjaga stabilitas dan efektivitas peran legislatif di daerah.
Pergantian pucuk pimpinan DPRD Minahasa ini disebut sebagai bagian dari langkah strategis partai dalam menghadirkan energi baru di parlemen daerah, khususnya untuk memperkuat fungsi pengawasan, legislasi, dan penyerapan aspirasi masyarakat secara lebih konkret dan responsif.
Di tengah jalannya Musancab, Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, turut memberikan arahan tegas kepada seluruh kader, khususnya para anggota legislatif yang duduk di kursi dewan.
Dalam arahannya, Olly menekankan bahwa kader partai harus lebih mengedepankan kerja nyata di tengah masyarakat dibanding sekadar membangun pencitraan di media sosial. Menurutnya, legitimasi politik tidak lahir dari narasi digital semata, melainkan dari kehadiran langsung bersama rakyat.
“Tunjukkan kegiatan yang nyata di lapangan. Publikasikan saat menerima aspirasi warga, saat turun langsung ke rakyat. Jangan hanya foto-foto yang tidak berbobot,” tegas Olly di hadapan kader Banteng Minahasa.
Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian serius dari seluruh peserta Musancab. Arahan itu dinilai sebagai penegasan ideologis partai agar kader tetap berpijak pada politik kerakyatan dan kerja konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Musancab kali ini juga dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat mesin partai menghadapi dinamika politik ke depan. Konsolidasi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada penguatan struktur organisasi, tetapi juga membangun disiplin kader, loyalitas perjuangan, serta soliditas politik hingga tingkat basis.
Dengan semangat konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan yang terus dijaga, PDI Perjuangan Minahasa menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi kekuatan politik yang hadir di tengah rakyat serta responsif terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah.
#Lee_Us
