
MINAHASA – Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali memproyeksikan wajah kepemimpinan yang berorientasi nilai melalui langkah strategis pelepasan 17 Calon Jamaah Haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Momentum ini tidak sekadar seremoni administratif, melainkan manifestasi konkret dari komitmen negara hadir dalam menjamin pelayanan keagamaan yang bermartabat, terukur, dan berkelanjutan di bawah komando Bupati Robby Dondokambey.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Kamis (30/4/2026), menjadi panggung simbolik penguatan tata kelola pemerintahan berbasis spiritualitas publik.

Bupati Robby Dondokambey didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Lynda D. Watania, serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan perangkat daerah sebagai representasi sinergitas lintas sektor.
Dalam konstruksi arahannya, Bupati Robby menegaskan bahwa ibadah haji merupakan episentrum pembinaan karakter umat yang melampaui dimensi ritualistik. Ia memposisikan haji sebagai instrumen strategis pembentukan integritas, ketahanan moral, serta penguatan kohesi sosial dalam bingkai persaudaraan global umat Islam.
“Ibadah haji bukan sekadar kewajiban normatif, tetapi merupakan perjalanan transformatif yang menguji ketangguhan fisik sekaligus mengasah kedalaman spiritual. Ini adalah privilege ilahiah yang harus dimaknai dengan kesiapan total,” tegas Bupati dengan nada afirmatif.
Lebih jauh, Bupati mengartikulasikan pentingnya kesiapan multidimensi bagi seluruh jamaah, mencakup kesiapan fisik, mental, hingga spiritual sebagai prasyarat utama keberhasilan pelaksanaan ibadah. Ia juga menekankan urgensi kepatuhan terhadap regulasi, disiplin kolektif, serta loyalitas terhadap arahan pembimbing sebagai bagian dari tata kelola ibadah yang tertib dan akuntabel.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh calon jamaah haji. Saudara-saudara adalah representasi daerah—duta nilai yang membawa identitas Minahasa di panggung internasional,” ujarnya, menegaskan dimensi representatif jamaah.

Dalam kerangka penguatan solidaritas sosial, Bupati juga menekankan pentingnya kohesi antarjamaah sebagai fondasi utama keberhasilan ibadah. Ia mendorong terbangunnya ekosistem kebersamaan yang inklusif, saling menopang, serta menjunjung tinggi etika kolektif selama berada di Tanah Suci.
Tidak hanya itu, Bupati menitipkan mandat moral kepada para jamaah untuk menginternalisasikan nilai doa sebagai instrumen diplomasi spiritual daerah. Ia berharap Minahasa senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, terbebas dari bencana, serta terus bergerak menuju masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Apresiasi strategis juga disampaikan kepada seluruh petugas dan pembimbing haji yang dinilai sebagai garda terdepan dalam memastikan kualitas layanan jamaah. Bupati menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, serta dedikasi tinggi dalam menjalankan mandat pelayanan publik di sektor keagamaan.
“Dengan memohon tuntunan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, saya secara resmi melepas keberangkatan Jamaah Haji Kabupaten Minahasa Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Semoga seluruh jamaah diberikan keselamatan, kelancaran, serta kembali dengan predikat haji yang mabrur,” tutup Bupati, mengukuhkan legitimasi pelepasan secara formal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian terkait, Fitriyani Muthalib, unsur Forkopimda atau yang mewakili, pimpinan organisasi keagamaan seperti IPHI, LPHDI, dan MUI, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa lainnya.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mempertegas positioning sebagai institusi yang mengintegrasikan pelayanan publik dengan nilai-nilai spiritual, menjadikan kepemimpinan daerah sebagai katalisator harmoni antara tata kelola pemerintahan dan dimensi religius masyarakat.
#Lee_Us
====***====




