Konsolidasi Disiplin Aparatur Dipertegas, Robby Dondokambey Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Integritas dan Keteladanan

MINAHASA — Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali mengafirmasi arah strategis pembangunan birokrasi yang adaptif, disiplin, dan berintegritas melalui pelaksanaan Apel Kerja Bakti Massal yang dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, Kamis (30/4/2026), di Stadion Maesa Tondano.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan representasi konkret dari konsolidasi nilai-nilai dasar aparatur dalam membangun ekosistem pemerintahan yang bersih, tertib, dan profesional.

Apel tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan pemangku kepentingan strategis, antara lain Wakapolres Minahasa Kompol Johni Rumate, perwakilan Dandim 1302 Minahasa melalui Danramil Kombi Kapten Inf. Nataniel Baweleng dan Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Kehadiran lintas sektor ini menegaskan kuatnya sinergitas kelembagaan dalam mengakselerasi agenda kebersihan sebagai bagian dari reformasi birokrasi berbasis budaya kerja.

Dalam arahannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa kerja bakti massal merupakan instrumen strategis dalam memperkuat disiplin aparatur sekaligus menginternalisasi nilai tanggung jawab kolektif.

Ia menempatkan kebersihan sebagai simbol sekaligus indikator kualitas tata kelola pemerintahan yang efektif dan berdaya saing.

“Kebersihan adalah manifestasi dari kedisiplinan dan integritas aparatur. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan fondasi budaya kerja yang harus terpatri dalam setiap denyut aktivitas pemerintahan,” tegasnya dengan nada penuh otoritas.

Lebih jauh, Bupati menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengkonversi semangat apel ke dalam aksi nyata yang terukur di unit kerja masing-masing.

Penataan lingkungan kerja, mulai dari ruang kantor, meja kerja, hingga area sekitar perkantoran, menjadi bagian dari standar operasional budaya bersih yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa keberadaan tenaga kebersihan bukanlah substitusi atas tanggung jawab ASN, melainkan pelengkap dalam sistem kerja.

Dalam perspektif kepemimpinan birokrasi modern, ASN dituntut menjadi role model yang menghadirkan keteladanan langsung bagi masyarakat.

“Sebagai abdi negara, kita memikul tanggung jawab moral untuk menjadi teladan. Budaya bersih harus dimulai dari kesadaran personal, bukan ketergantungan struktural,” ujarnya.

Pada momentum tersebut, Bupati Robby juga menyampaikan apresiasi institusional kepada seluruh ASN dan tenaga outsourcing yang telah menunjukkan dedikasi dan konsistensi dalam pelaksanaan kerja bakti massal.

Ia menilai bahwa semangat gotong royong yang terbangun merupakan modal sosial strategis dalam memperkuat kohesi organisasi dan meningkatkan kinerja pemerintahan secara kolektif.

“Kebersamaan yang tercermin hari ini adalah energi penggerak birokrasi. Dari sinilah lahir solidaritas, kepedulian, dan etos kerja yang menjadi fondasi utama pelayanan publik yang berkualitas,” ungkapnya.

Dengan optimisme kepemimpinan yang progresif, Bupati Robby Dondokambey meyakini bahwa sinergi dan kebersamaan akan mampu mentransformasikan berbagai tantangan menjadi peluang dalam mewujudkan pemerintahan yang tertib, bersih, dan profesional.

Menutup arahannya, Bupati Robby menyerukan komitmen kolektif seluruh aparatur untuk melaksanakan kerja bakti dengan penuh integritas, keikhlasan, dan semangat pengabdian.

“Jadikan ini sebagai bagian dari dedikasi kita kepada daerah. Bekerjalah dengan hati, dengan semangat, dan dengan niat yang lurus demi Minahasa yang semakin maju, bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya, menegaskan arah kepemimpinan yang berorientasi pada transformasi berkelanjutan. 

#Lee_Us 

 

====***====

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *