Wabup VaSung Pertegas Agenda Strategis Minahasa: Pangan, Lingkungan dan Ekonomi Rakyat

MINAHASA — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-190 GMIM Sion Sentrum Sendangan Wilayah Kawangkoan, Minggu (17/5/2026), tampil bukan sekadar momentum seremonial keagamaan, melainkan menjadi panggung harmoni antara pelayanan gerejawi dan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dalam atmosfer penuh sukacita, syukur, dan makna spiritual, Pemerintah Kabupaten Minahasa menegaskan komitmennya membangun masyarakat yang religius, produktif, serta berdaya saing.

Momentum bersejarah yang dirangkaikan dengan pisah sambut Pendeta Pdt. Irma Tumilaar Sondakh M.Th kepada Pdt. Intan Wokas Walangitan S.Th itu turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang SS (VaSung), mewakili Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Kehadiran Wabup Vasung bersama jajaran pemerintah daerah memberi pesan kuat bahwa sinergi antara pemerintah dan institusi keagamaan merupakan fondasi strategis dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mengakselerasi agenda pembangunan daerah.

Ibadah syukur dipimpin oleh Pdt. Christian Luwuk M.Th, Wakil Sekretaris BPMS GMIM Bidang Koordinator Program Antar Bidang dan Urusan Rumah Tangga, yang membawa jemaat dalam perenungan iman atas perjalanan panjang pelayanan GMIM Sion Sentrum Sendangan yang telah mengakar selama hampir dua abad.

Dalam agenda tersebut, Wabup Vasung didampingi sejumlah pejabat strategis Pemerintah Kabupaten Minahasa, di antaranya Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Sosial, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Pelaksana BPBD, Kabag Kerjasama, Camat Kawangkoan, Lurah Sendangan Raya, serta Ibunda Wabup, Detje Sarundajang Laoh Tambuwun.

Membacakan sambutan Bupati Minahasa, Vasung menyampaikan penghargaan dan apresiasi mendalam atas dedikasi pelayanan Pdt. Irma Tumilaar Sondakh M.Th yang dinilai telah mengabdikan kasih dan penggembalaan secara tulus kepada jemaat selama masa pelayanannya.

Pada saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Minahasa juga menyampaikan sambutan hangat kepada Pdt. Intan Wokas Walangitan S.Th yang dipercaya melanjutkan tongkat pelayanan di GMIM Sion Sentrum Sendangan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas pengabdian pelayanan yang telah diberikan Pendeta Irma, serta selamat datang dan selamat melayani kepada Pendeta Intan. Kiranya menjadi berkat bagi jemaat dan masyarakat,” ujar Vasung.

Namun lebih dari sekadar menyampaikan pesan seremonial, kehadiran Wabup Vasung juga menjadi medium penyampaian arah kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Minahasa di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang.

Dengan nada kepemimpinan yang tegas dan konstruktif, Vasung menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah bergerak melalui sejumlah program prioritas yang membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas gereja.

Salah satu fokus utama yang kembali ditekankan adalah gerakan menanam dan pemanfaatan lahan pekarangan rumah maupun lahan kosong produktif sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.

Menurut Vasung, ketahanan pangan bukan hanya agenda pemerintah semata, melainkan gerakan kolektif masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga sekaligus memperkuat daya tahan sosial di tengah dinamika kebutuhan hidup.

Pemanfaatan lahan melalui penanaman cabai, tomat, maupun tanaman pangan lainnya disebut sebagai langkah nyata yang sederhana namun memiliki dampak strategis bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menggalakkan program menanam dan memanfaatkan lahan yang ada. Ini bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus menjaga kestabilan ekonomi keluarga,” tegas Vasung.

Pesan kepemimpinan itu kemudian diperluas melalui penegasan agenda Minahasa Asri, sebuah gerakan pembangunan lingkungan yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat sekaligus menjadi wajah baru tata kelola daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dalam penjelasannya, Wabup Vasung mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa telah menerima surat dari pemerintah pusat yang menginstruksikan penutupan TPA pendamping di daerah paling lambat Agustus mendatang.

Kebijakan tersebut, katanya, lahir dari pertimbangan serius terhadap isu pencemaran lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kebutuhan menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern serta terpadu.

Karena itu, pemerintah daerah tengah memperkuat koordinasi untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah dari hulu, dimulai dari rumah tangga hingga kawasan terpadu yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

“TPA pendamping akan ditutup dan diganti dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu. Karena itu kami terus berkoordinasi agar sistem baru ini berjalan baik dan masyarakat mulai belajar mengelola sampah dari hulu,” jelasnya.

Dalam semangat kolaboratif, Vasung menitipkan pesan kepada seluruh jemaat GMIM agar menjadi pelopor kebersihan lingkungan dan penggerak budaya hidup tertib dalam pengelolaan sampah.

Tidak berhenti pada sektor pangan dan lingkungan, Wabup Vasung juga memaparkan sejumlah agenda pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik dan pengembangan ekonomi daerah.

Program tersebut mencakup peningkatan kualitas layanan kesehatan, rehabilitasi ruas jalan Kawangkoan–Bukit Kasih sebagai akses menuju destinasi wisata unggulan Minahasa, hingga pembangunan tahap kedua Taman Kota Kawangkoan yang diproyeksikan menjadi ruang publik representatif dan produktif.

Perhatian pemerintah terhadap penguatan ekonomi rakyat juga ditegaskan melalui pengembangan Kawangkoan Ba’ombong yang dipersiapkan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Dalam kesempatan itu, Vasung turut mengungkapkan bahwa bekas kantor camat lama dan kantor pembantu bupati yang berada di samping kantor camat telah memperoleh persetujuan pembongkaran untuk kemudian dibangun kembali menjadi fasilitas yang lebih modern dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.

Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik sekaligus optimalisasi aset daerah agar lebih bernilai guna.

“Kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar ekonomi masyarakat terus bergerak. Bangunan lama yang sudah mendapat persetujuan pembongkaran akan dibangun kembali agar bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat,” terangnya.

Menutup sambutannya, Wabup Vasung kembali menegaskan makna penting usia 190 tahun GMIM Sion Sentrum Sendangan sebagai simbol keteguhan iman, warisan pelayanan, dan energi moral yang terus hidup di tengah masyarakat Minahasa.

Baginya, gereja bukan hanya pusat pelayanan rohani, melainkan juga mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, membangun karakter masyarakat, dan menopang pembangunan daerah.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-190 GMIM Sion Sentrum Sendangan. Tetap semangat dan teruslah mengerjakan pelayanan demi kemuliaan Tuhan,” pungkas Vasung.

Perayaan HUT ke-190 GMIM Sion Sentrum Sendangan pun akhirnya menjadi lebih dari sekadar peringatan usia pelayanan. Ia menjelma sebagai ruang konsolidasi moral dan sosial, tempat di mana iman, kepemimpinan, dan pembangunan bertemu dalam satu semangat besar: menghadirkan Minahasa yang maju, asri, tangguh, dan semakin sejahtera.

#Lee_Us

 

====***====

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *