BINTANG KEHORMATAN LVRI MENYALA DI MINAHASA

MINAHASA – Penghormatan terhadap sejarah tidak berhenti pada seremoni. Di Minahasa, nilai perjuangan para veteran diterjemahkan Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui kepedulian, dukungan kelembagaan dan komitmen untuk menjaga ruang pengabdian para pejuang bangsa.

Komitmen tersebut mendapat pengakuan dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) melalui penganugerahan Bintang Kehormatan LVRI kepada Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, dalam momentum yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Veteran Nasional Tahun 2026.

Penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa kepemimpinan di Kabupaten Minahasa tidak hanya diukur dari capaian pembangunan secara fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah daerah merawat sejarah, menghormati jasa perjuangan dan membangun kesinambungan nilai pengabdian lintas generasi.

Bintang Kehormatan LVRI yang diterima Bupati Robby Dondokambey sekaligus menjadi simbol apresiasi organisasi veteran atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa terhadap keberadaan LVRI beserta para anggota dan keluarga veteran di daerah. Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat dalam suasana penuh penghormatan di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Selasa (11/8/2026).

Hadir jajaran LVRI Minahasa, unsur Pemerintah Kabupaten Minahasa, TNI-Polri, tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), para veteran serta sejumlah undangan lainnya.

Momentum tersebut mempertemukan dua dimensi pengabdian: generasi yang dahulu mempertaruhkan jiwa dan raga untuk bangsa dengan generasi pemerintahan masa kini yang mengemban tanggung jawab menjaga hasil perjuangan melalui pembangunan dan pelayanan publik.

Ketua DPC LVRI Minahasa dalam penyampaiannya menjelaskan, pemberian tanda kehormatan merupakan bentuk penghargaan organisasi kepada pihak yang dinilai memiliki perhatian, kepedulian dan kontribusi terhadap perjuangan serta keberlangsungan organisasi veteran.

LVRI, kata dia, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Para veteran memiliki latar belakang perjuangan yang beragam, mulai dari pejuang kemerdekaan, pembela kemerdekaan hingga veteran perdamaian, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia.

Karena itu, penghargaan kepada kepala daerah tersebut tidak sekadar memiliki dimensi seremonial, tetapi juga merepresentasikan penghargaan terhadap kebijakan dan perhatian pemerintah daerah yang dinilai memberi manfaat bagi keberlangsungan organisasi veteran. Salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa yang mendapat apresiasi LVRI adalah pemanfaatan fasilitas kantor untuk menunjang aktivitas organisasi DPC LVRI Minahasa.

Dukungan tersebut dinilai penting karena keberadaan fasilitas organisasi bukan hanya berkaitan dengan aktivitas administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi veteran sebagai salah satu pilar sejarah dan keteladanan sosial di tengah masyarakat. LVRI Minahasa juga menekankan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap para veteran dan keluarga veteran.

Pemerintah daerah dinilai memiliki posisi strategis untuk memastikan para veteran tetap memperoleh ruang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan sekaligus dapat terus berkontribusi sesuai kapasitasnya. Atas perhatian tersebut, Bintang Kehormatan LVRI dianugerahkan kepada Bupati Robby Dondokambey.

Menerima penghargaan tersebut, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.

Bagi Dondokambey, Bintang Kehormatan LVRI bukan semata-mata penghargaan personal kepada seorang kepala daerah. Lebih jauh, penghargaan tersebut merupakan pengingat moral tentang besarnya jasa para veteran dalam membangun fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Penghargaan ini menjadi kehormatan bagi saya sekaligus pengingat bahwa perjuangan para veteran harus terus dihargai. Semangat pengabdian dan kecintaan kepada bangsa harus menjadi teladan bagi kita dalam menjalankan tugas masing-masing,” ujar Dondokambey.

Pernyataan tersebut menegaskan sebuah perspektif bahwa perjuangan tidak pernah benar-benar berakhir. Medan perjuangan dapat berubah, tantangan dapat berganti, namun substansi pengabdian kepada bangsa tetap memiliki garis merah yang sama.

Jika generasi terdahulu berjuang dengan mempertaruhkan jiwa dan raga untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan, maka generasi sekarang memiliki tanggung jawab menjaga kemerdekaan tersebut melalui pembangunan yang nyata dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Semangat perjuangan itu harus kita lanjutkan melalui kerja nyata, pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, peningkatan kesejahteraan, serta menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan arah kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Minahasa yang menempatkan pembangunan dan pelayanan masyarakat sebagai bentuk aktualisasi pengabdian pada era kekinian.

Dalam konteks tersebut, kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang dipandang tidak hanya memiliki tanggung jawab administratif dalam mengelola pemerintahan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk memastikan nilai-nilai perjuangan tetap hidup dalam setiap kebijakan pembangunan.

Medan perjuangan hari ini bukan lagi medan perang. Tantangannya adalah kemiskinan, ketimpangan, kualitas pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan, penguatan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, serta bagaimana pemerintah memastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Di titik inilah semangat veteran menemukan relevansinya dengan pemerintahan modern: pengabdian harus dikonversi menjadi kerja, kerja harus menghasilkan manfaat, dan manfaat harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi moral bagi pemerintah daerah dalam menjalankan mandat pembangunan.

Dondokambey menilai para veteran bukan sekadar bagian dari catatan sejarah. Para veteran merupakan penjaga memori kolektif bangsa sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus untuk memahami arti patriotisme, disiplin, pengorbanan, persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.
Karena itu, keberadaan veteran harus ditempatkan bukan hanya sebagai simbol masa lalu, tetapi sebagai bagian dari kekuatan moral masyarakat masa kini.

Nilai perjuangan yang diwariskan para veteran harus terus diterjemahkan dalam kehidupan sosial, pemerintahan dan pembangunan. Semangat rela berkorban harus hadir dalam pelayanan publik. Semangat persatuan harus diwujudkan dalam menjaga harmoni masyarakat. Sementara semangat cinta tanah air harus diterjemahkan melalui kerja nyata untuk kemajuan daerah dan bangsa.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota LVRI yang hingga kini tetap menjaga nilai-nilai perjuangan sekaligus memberikan keteladanan kepada generasi muda. Menurutnya, keberadaan para veteran memiliki posisi penting dalam membangun karakter generasi yang tidak mudah kehilangan arah di tengah perubahan zaman.

Sebagai kepala daerah, Dondokambey menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
Bintang Kehormatan LVRI diharapkan tidak berhenti sebagai simbol penghargaan, tetapi menjadi energi moral untuk memperkuat semangat pengabdian pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan.

Dalam perspektif pemerintahan, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepemimpinan pada akhirnya bukan tentang jabatan, melainkan tentang seberapa jauh mandat yang dipercayakan rakyat dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Pemerintahan yang kuat bukan hanya pemerintahan yang mampu membangun infrastruktur dan menggerakkan program, tetapi juga pemerintahan yang mampu merawat ingatan sejarah, menghormati para pendahulu dan memastikan nilai perjuangan tetap menjadi bagian dari karakter pembangunan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, semangat tersebut menjadi bagian dari narasi besar pengabdian kepada masyarakat Minahasa—bahwa pembangunan bukan sekadar agenda pemerintahan, melainkan kelanjutan dari perjuangan dalam bentuk yang berbeda.

Penganugerahan Bintang Kehormatan LVRI semakin bermakna karena dirangkaikan dengan Hari Veteran Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali melihat perjalanan bangsa dari perspektif pengorbanan para pejuang.

Kemerdekaan yang dinikmati hari ini bukanlah sesuatu yang hadir tanpa harga. Di baliknya terdapat pengorbanan, keberanian dan keteguhan para pejuang yang mempertaruhkan kehidupan demi masa depan bangsa. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh veteran Republik Indonesia.

Bagi Minahasa, menghormati veteran berarti menjaga mata rantai sejarah. Mendukung veteran berarti merawat nilai perjuangan. Dan meneruskan semangat veteran berarti memastikan pembangunan hari ini menjadi bentuk nyata penghormatan terhadap pengorbanan generasi terdahulu.

“Selamat Hari Veteran Nasional Tahun 2026 kepada seluruh Veteran Republik Indonesia. Semoga semangat perjuangan, pengabdian dan patriotisme para veteran terus menjadi inspirasi bagi kita semua dalam membangun bangsa dan daerah,” pungkas Bupati.

Bintang Kehormatan LVRI pun menjadi lebih dari sekadar tanda penghargaan. Ia menjadi simbol bahwa sejarah dan pemerintahan bertemu pada satu nilai yang sama: pengabdian. Dari perjuangan merebut kemerdekaan, estafet itu kini diteruskan melalui kerja pemerintahan, pembangunan dan pelayanan untuk rakyat.

#Lee_Us

 

====***====

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *