
MINAHASA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Provinsi Sulut meneguhkan kembali satu pesan penting dalam tata kelola pemerintahan: pembangunan tidak pernah berdiri di ruang hampa, melainkan bertumbuh dari jejak pengabdian para pemimpin yang telah meletakkan fondasi bagi daerah.
Pesan tersebut tercermin dalam ziarah dan tabur bunga di makam mantan Gubernur Sulawesi Utara dua periode, almarhum Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), di Taman SHS, Kawangkoan, Senin (21/9/2026).

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara. Bersama Wakil Gubernur Sulut Dr. Victor Mailangkay, S.H., M.H., Sekretaris Provinsi Sulut Tahlis Galang, S.IP., M.M., serta jajaran Pemprov Sulut, Yulius memimpin prosesi penghormatan terhadap salah satu tokoh penting dalam perjalanan pemerintahan Sulawesi Utara.
Di tengah prosesi tersebut, hadir pula Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.AP. Kehadiran Vanda membawa dimensi historis sekaligus pemerintahan dalam momentum tersebut. Sebagai Wakil Bupati Minahasa sekaligus putri almarhum SHS, Vanda berada pada persilangan antara tanggung jawab pemerintahan masa kini dan memori pengabdian keluarga yang telah menjadi bagian dari perjalanan Sulawesi Utara.
Dari Pemerintah Kabupaten Minahasa, Vanda didampingi jajaran pejabat daerah. Mereka antara lain Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Plt. Sekretaris DPRD, Plt. Kasat Pol PP, Kabag Prokopim, Kabag Kesra, Kabag Tapem, serta para camat dari Tompaso, Tompaso Barat, Kawangkoan, Kawangkoan Barat dan Kawangkoan Utara.

Direktur RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Prosesi ziarah diawali dengan upacara penghormatan yang dipimpin langsung Gubernur Yulius Selvanus selaku inspektur upacara. Suasana berlangsung khidmat ketika penghormatan diarahkan kepada sosok SHS yang pernah mengemban amanah sebagai Gubernur Sulawesi Utara selama dua periode, 2005–2015.

Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di atas pusara almarhum SHS. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap pengabdian sekaligus penanda bahwa sejarah pemerintahan daerah merupakan bagian penting dalam membangun arah pembangunan masa kini dan masa depan. Doa syukur yang dipimpin Pdt. Putra Suoth, S.Th., kemudian menutup rangkaian ziarah.

Dalam konteks pemerintahan, momentum tersebut menghadirkan pesan tentang kesinambungan kepemimpinan. Kepemimpinan bukan sekadar pergantian periode atau perubahan figur, tetapi juga keberlanjutan nilai pengabdian, tanggung jawab publik dan komitmen pembangunan yang diwariskan dari satu generasi pemerintahan kepada generasi berikutnya.
Ziarah tersebut merupakan bagian dari agenda resmi menyambut HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara yang puncaknya diperingati pada 23 September 2026.

Kehadiran Gubernur Yulius Selvanus sebagai pemimpin pemerintahan provinsi dan Vanda Sarundajang sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Minahasa menghadirkan simbol pertautan antara pemerintahan provinsi dan kabupaten dalam satu ruang penghormatan sejarah.
Yulius memimpin prosesi sebagai representasi pemerintah daerah yang sedang mengemban mandat pembangunan Sulawesi Utara saat ini. Sementara Vanda hadir membawa dimensi personal dan historis sebagai putri SHS sekaligus pejabat pemerintahan yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Minahasa.
Pertautan tersebut memberi makna bahwa pembangunan daerah membutuhkan kesinambungan memori, nilai dan pengabdian. Fondasi yang dibangun generasi sebelumnya menjadi bagian dari referensi bagi pemerintah saat ini dalam meneruskan agenda pembangunan dan pelayanan publik.

Mewakili keluarga besar Sarundajang Laoh Tambuwun, Vanda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur serta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang terus memberikan perhatian dan penghormatan terhadap almarhum SHS.
“Terima kasih Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan jajaran Pemprov Sulut yang terus memberi perhatian kepada keluarga kami, serta senantiasa mengingat dan mengenang jasa Papa sebagai Gubernur Sulut dua periode semasa hidupnya,” ungkap Vanda dengan penuh haru.
Pernyataan tersebut menegaskan dimensi kemanusiaan di balik agenda pemerintahan. Di balik struktur birokrasi, jabatan dan protokoler kenegaraan, terdapat penghormatan terhadap pengabdian seorang tokoh yang pernah mengabdikan dirinya untuk daerah.
Bagi Vanda, momentum itu sekaligus menjadi ruang perjumpaan antara kenangan keluarga dan tanggung jawab publik. Penghormatan terhadap ayahnya tidak berhenti pada memori personal, tetapi hadir dalam ruang pemerintahan melalui tradisi mengenang jasa para pendahulu.
Memasuki usia ke-62, Sulawesi Utara tidak hanya merayakan perjalanan waktu, tetapi juga menengok kembali jejak panjang pembangunan daerah.
Ziarah ke makam SHS menjadi salah satu simbol bahwa modernisasi pemerintahan dan agenda pembangunan tetap membutuhkan akar sejarah. Para pemimpin terdahulu meninggalkan jejak, sementara pemerintahan hari ini memikul tanggung jawab untuk meneruskan pembangunan dengan tantangan yang terus berubah.
Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, penghormatan tersebut dapat dimaknai sebagai bagian dari arsitektur kesinambungan kepemimpinan—merawat memori masa lalu sebagai fondasi moral, memperkuat tanggung jawab pemerintahan saat ini, sekaligus menyiapkan arah pembangunan bagi generasi berikutnya.
Di titik itulah ziarah HUT ke-62 Sulut menemukan maknanya: bukan sekadar tabur bunga di atas pusara, melainkan simbol penghormatan terhadap jejak pengabdian dan pengingat bahwa masa depan daerah selalu bertaut dengan sejarah yang telah dibangun para pendahulunya.
Bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus dan Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui peran Vanda Sarundajang, momentum tersebut menjadi ruang untuk merawat nilai pengabdian, memperkuat kesinambungan pemerintahan dan menjaga memori sejarah sebagai bagian dari perjalanan Bumi Nyiur Melambai.
#Lee_Us
====***====





