Robby Dondokambey Perkuat Arsitektur Ketahanan Pangan Minahasa, Alsintan Kementan Jadi Motor Modernisasi Pertanian

TONDANO — Pemerintah Kabupaten Minahasa memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah melalui dukungan mekanisasi pertanian. Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor crawler dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada kelompok tani di Kabupaten Minahasa, Selasa (13/10/2026), di Halaman Kantor Bupati Minahasa.

Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari penguatan dukungan sarana produksi pertanian sekaligus langkah mendorong transformasi pengolahan lahan menuju sistem kerja yang lebih efektif, efisien, dan produktif. Di tengah tuntutan peningkatan produksi pangan, mekanisasi dipandang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kapasitas petani, mengoptimalkan pengelolaan lahan sawah, serta menopang keberlanjutan sektor pertanian di Tanah Toar Lumimuut.

Di bawah kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, penguatan sektor pertanian menjadi salah satu ruang penting bagi konsolidasi pembangunan daerah, khususnya dalam menghubungkan dukungan pemerintah pusat dengan kebutuhan nyata petani di lapangan.

Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tersebut dialokasikan melalui Satuan Kerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI. Program ini mencakup bantuan alsintan prapanen untuk mendukung tahapan pengolahan lahan sebelum proses penanaman.

Melalui dukungan tersebut, pemerintah mendorong agar pengelolaan lahan sawah tidak hanya bertumpu pada metode konvensional, tetapi mulai ditopang penggunaan teknologi pertanian yang mampu mempercepat pekerjaan, menghemat tenaga kerja, dan meningkatkan efisiensi operasional petani.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, Christiene Tampanguma, dalam laporannya menjelaskan bahwa Kabupaten Minahasa memperoleh alokasi bantuan alsintan prapanen berupa traktor crawler yang secara khusus diperuntukkan bagi pengolahan lahan sawah.

Menurut Tampanguma, penggunaan traktor tersebut berpotensi memberikan efisiensi tenaga kerja yang signifikan dibandingkan metode pengolahan lahan secara manual menggunakan cangkul maupun tenaga hewan.

“Secara umum, traktor crawler ini dapat menghemat tenaga kerja 80–90 persen dalam pengolahan lahan dibandingkan dengan metode manual menggunakan cangkul atau tenaga hewan,” jelas Tampanguma.

Efisiensi tersebut menjadi salah satu nilai strategis mekanisasi pertanian. Dengan dukungan peralatan yang sesuai kebutuhan, petani diharapkan dapat mengoptimalkan waktu pengolahan lahan, mengurangi beban pekerjaan manual, serta mempersiapkan lahan secara lebih efektif sesuai kebutuhan musim tanam.

Dalam perspektif pembangunan daerah, mekanisasi bukan sekadar penambahan peralatan pertanian, melainkan bagian dari upaya memperkuat kapasitas produksi dan meningkatkan daya dukung sektor pertanian terhadap ketahanan pangan.

Meski demikian, optimalisasi manfaat bantuan tetap bergantung pada kesesuaian penggunaan alat, kondisi lahan, ketersediaan operator, serta pemeliharaan dan pengelolaan alsintan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Tampanguma membacakan lampiran keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Alat dan Mesin Pertanian Prapanen mengenai kelompok tani yang ditetapkan sebagai penerima bantuan traktor crawler.

Empat kelompok tani yang disebutkan dalam laporan tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Minahasa.

Pertama, Kelompok Tani Karapita, dengan ketua kelompok Seska Wuon, berlokasi di Desa Raringis, Kecamatan Langowan Barat.

Kedua, Kelompok Tani Citawaya, dengan ketua kelompok Rendy Wokas, berlokasi di Desa Amongena I, Kecamatan Langowan Timur.

Ketiga, Kelompok Tani Sumaru Endo, dengan ketua kelompok Agus Tenda, berlokasi di Desa Sendangan I, Kecamatan Sonder.

Keempat, Kelompok Tani Goro, dengan ketua kelompok Steven Sumanti, berlokasi di Desa Touliang, Kecamatan Kakas Barat.

Penetapan kelompok penerima tersebut menjadi bagian dari penyaluran dukungan sarana pertanian yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani dalam mengelola lahan sawah.

Tampanguma juga menjelaskan bahwa alokasi bantuan untuk Kabupaten Minahasa berjumlah lima unit traktor crawler. Dari total tersebut, satu unit telah diserahkan oleh Gubernur Sulawesi Utara dalam kegiatan penanaman padi di Kecamatan Kakas.

“Untuk Kabupaten Minahasa, bantuan yang dialokasikan sebanyak lima unit dan satu unit sudah diserahkan oleh Bapak Gubernur Sulawesi Utara pada pelaksanaan penanaman padi di Kecamatan Kakas,” ungkapnya.

Dengan demikian, dukungan pemerintah pusat melalui program alsintan menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses petani terhadap teknologi pengolahan lahan, dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang perlu terus dikawal agar sesuai dengan tujuan program.

Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Minahasa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah kita, Kabupaten Minahasa yang torang cintai sama-sama,” ujar Dondokambey.

Bupati menegaskan bahwa penyerahan bantuan traktor crawler merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Menurutnya, dukungan sarana pertanian perlu diarahkan pada kebutuhan riil di lapangan agar dapat memberikan manfaat terhadap proses produksi, mulai dari pengolahan lahan hingga kesiapan memasuki musim tanam.

Ia berharap keberadaan traktor tersebut mampu membuat proses pengolahan lahan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga memberikan ruang bagi peningkatan produktivitas pertanian serta penguatan ketahanan pangan daerah.

“Saya berharap dengan adanya bantuan ini, proses pengolahan lahan dapat menjadi lebih efektif dan efisien sehingga mampu meningkatkan hasil produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Minahasa,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keterhubungan antara dukungan sarana pertanian dan sasaran pembangunan yang lebih luas. Bantuan alsintan diharapkan tidak berhenti pada proses penyerahan, tetapi berlanjut pada pemanfaatan yang terukur untuk membantu petani meningkatkan kapasitas kerja dan hasil produksi.

Dalam kerangka pembangunan Minahasa, penguatan pertanian juga berkaitan dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat perdesaan. Ketika pengolahan lahan dapat dilakukan secara lebih efisien, petani memiliki peluang untuk mengelola kegiatan produksi dengan lebih baik, meskipun hasil akhirnya tetap dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, ketersediaan sarana pendukung, dan tata kelola usaha tani.

Selain menyoroti manfaat mekanisasi, Dondokambey memberikan penekanan khusus terhadap tanggung jawab penerima dalam mengelola bantuan pemerintah.

Ia mengingatkan Dinas Pertanian dan kelompok tani penerima agar memastikan traktor digunakan sesuai peruntukan, dirawat secara berkala, dan dijaga sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Digunakan sesuai dengan peruntukannya serta dirawat dan dijaga agar dapat memberikan manfaat jangka panjang, khususnya bagi para petani dan masyarakat Kabupaten Minahasa,” pesannya.

Pesan tersebut menempatkan akuntabilitas sebagai bagian penting dalam tata kelola bantuan pemerintah. Setiap sarana yang disalurkan perlu dikelola secara bertanggung jawab agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat mendukung aktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Pengawasan pemanfaatan, perawatan peralatan, pengaturan penggunaan di antara kelompok tani, serta pendampingan teknis menjadi faktor penting untuk memastikan alsintan berfungsi optimal. Dengan pengelolaan yang baik, bantuan diharapkan dapat menjadi aset produktif yang memberikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, keterlibatan Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian tetap diperlukan untuk membantu memastikan penggunaan peralatan sesuai kebutuhan teknis dan kondisi lahan. Pendekatan tersebut penting agar dukungan pemerintah benar-benar terhubung dengan kebutuhan produksi di tingkat kelompok tani.

Bupati Dondokambey turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat semangat gotong royong dalam mendorong kemajuan pertanian Minahasa.

Menurutnya, kemajuan sektor pertanian membutuhkan dukungan bersama, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perangkat teknis, penyuluh, maupun kelompok tani sebagai pelaku utama kegiatan produksi.

“Mari kita bergotong royong untuk mewujudkan sektor pertanian di Kabupaten Minahasa semakin maju, produktif, dan berdaya saing,” ajaknya.

Ajakan tersebut mencerminkan pentingnya orkestrasi lintas sektor dalam pembangunan pertanian. Pemerintah pusat menyediakan dukungan program dan sarana, pemerintah daerah berperan dalam koordinasi serta pendampingan sesuai kewenangannya, sementara kelompok tani memastikan peralatan digunakan secara tepat dan produktif.

Dalam konteks ini, kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang berada dalam kerangka koordinasi pembangunan daerah yang membutuhkan kesinambungan kebijakan, ketepatan sasaran program, dan pengawasan pelaksanaan di lapangan.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi pertanian Minahasa, terutama melalui peningkatan akses terhadap teknologi, efisiensi pengolahan lahan, dan pemeliharaan sarana produksi. Namun, keberhasilan upaya tersebut tetap perlu ditopang oleh langkah lanjutan, termasuk pendampingan petani, pemeliharaan alsintan, serta evaluasi manfaat bantuan terhadap kegiatan produksi.

Pada akhir sambutannya, Bupati secara resmi menyerahkan bantuan traktor crawler kepada kelompok tani yang telah dipersiapkan sebagai penerima manfaat.

“Dengan memohon berkat Tuhan Yang Maha Kuasa, penyerahan pada hari ini resmi dilaksanakan kepada kelompok tani yang sudah dipersiapkan. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi para petani dan kemajuan Kabupaten Minahasa,” pungkas Dondokambey.

Penyerahan alsintan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peningkatan akses petani terhadap sarana mekanisasi. Orientasi akhirnya tidak hanya pada tersedianya peralatan, tetapi juga pada kemampuan petani memanfaatkannya secara optimal untuk menunjang kegiatan produksi.

Bagi Kabupaten Minahasa, penguatan mekanisasi pertanian membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sawah sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan daerah. Peluang tersebut akan semakin berarti apabila diikuti pengelolaan bantuan yang transparan, pemanfaatan yang tepat sasaran, serta pendampingan teknis yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Minahasa, dan kelompok tani, bantuan traktor crawler diharapkan menjadi salah satu penopang pembangunan pertanian yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat perdesaan di Tanah Toar Lumimuut.

#Lee_Us 

 

====***====

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *