Di Bawah Komando Robby–Vanda, TIFF 2026 Jadi Etalase Potensi dan Gerbang Pasar Global

TOMOHON – Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mengonsolidasikan arah pembangunan daerah dengan menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu poros pertumbuhan baru yang memiliki daya ungkit terhadap perekonomian masyarakat.

Komitmen tersebut kembali diperlihatkan melalui keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, yang mengusung tema “Collaboration of Spirit” dan berlangsung di kawasan Menara Alfa Omega, Kota Tomohon, Sabtu (8/8/2026).

Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., hadir langsung dalam agenda florikultura internasional tersebut. Kehadiran Bupati bukan sekadar representasi Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam sebuah agenda pariwisata, tetapi sekaligus menjadi penanda kuat bahwa sektor pariwisata, seni budaya dan ekonomi kreatif ditempatkan dalam arus utama kebijakan pembangunan daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa, TIFF 2026 merupakan ruang strategis untuk mengubah potensi lokal menjadi aset promosi, jejaring ekonomi dan peluang investasi, sekaligus mempertemukan kekayaan identitas daerah dengan dinamika industri pariwisata yang semakin kompetitif.

TIFF 2026 turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara Ny. Anik Yulius Selvanus.

Hadir pula Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., didampingi Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara Dr. Ny. Merry Elisabeth Kalalo, S.H., M.H., Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar, serta Deputi Kepala Staf Kepresidenan RI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Denny Tuejeh.

Bupati Robby hadir bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina W. Dondokambey-Lengkong, S.E., Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si. 

Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa TIFF tidak seharusnya berhenti sebagai agenda pariwisata tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus mampu menjadi panggung strategis untuk memperluas eksposur potensi daerah, membangun jejaring, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

“Keikutsertaan Minahasa dalam TIFF 2026 merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi kreatif,” ujar Robby.

Pernyataan tersebut merefleksikan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Minahasa yang berupaya menempatkan pariwisata tidak hanya sebagai aktivitas promosi destinasi, tetapi sebagai rantai nilai ekonomi yang menghubungkan potensi alam, seni, budaya, kreativitas masyarakat, pelaku usaha, hingga peluang pasar.

Dengan pendekatan tersebut, kekayaan daerah tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dijaga, tetapi juga sebagai modal pembangunan yang harus dikelola secara produktif, berkelanjutan dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Robby menegaskan, partisipasi Minahasa dalam TIFF merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk membangun ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang semakin kuat.

Menurutnya, panggung internasional seperti TIFF memberikan ruang yang sangat strategis bagi Minahasa untuk memperkenalkan identitas budaya sekaligus mengangkat kreativitas masyarakat.

“Ajang internasional seperti TIFF dapat menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Minahasa, termasuk berbagai produk ekonomi kreatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas,” katanya.

Paradigma pembangunan pariwisata yang didorong Pemerintah Kabupaten Minahasa diarahkan agar tidak berhenti pada penciptaan citra destinasi. Pemerintah juga melihat pentingnya memastikan bahwa promosi bermuara pada manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Seni dan budaya menjadi kekuatan identitas. Kreativitas menjadi modal produksi. Pariwisata menjadi pintu masuk pasar. Sementara ekonomi kreatif menjadi ruang untuk menciptakan nilai tambah.

Dalam kerangka itulah, TIFF 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai elemen tersebut dalam satu ekosistem pembangunan.

Potensi seni budaya Minahasa, kreativitas pelaku usaha, produk lokal, serta kekayaan destinasi daerah memiliki peluang untuk dikemas menjadi daya tarik yang semakin kompetitif, sehingga mampu menjangkau wisatawan, pelaku industri, jejaring usaha maupun pasar yang lebih luas.

Bupati Robby menilai, kolaborasi antardaerah merupakan instrumen penting untuk memperkuat ekosistem tersebut.

“Melalui kolaborasi antar daerah ini kita ingin memperkenalkan potensi seni, budaya dan produk ekonomi kreatif Minahasa agar makin dikenal luas serta memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa melihat pembangunan pariwisata sebagai kerja lintas sektor dan lintas wilayah. Tidak ada satu daerah yang dapat berdiri sendiri dalam menghadapi kompetisi industri pariwisata yang semakin terbuka.

Karena itu, sinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, pelaku usaha, komunitas kreatif dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.

Di bawah kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diarahkan untuk memiliki posisi yang semakin strategis dalam agenda pembangunan daerah.

Orientasinya bukan sekadar menghadirkan Minahasa dalam berbagai festival, melainkan membangun kehadiran daerah yang memiliki identitas, daya jual dan daya saing.

Keikutsertaan dalam TIFF 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkuat branding Minahasa sekaligus memperluas jaringan promosi dan kolaborasi.

Bupati Robby menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan pariwisata, seni budaya dan ekonomi kreatif.

“Pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi dan sinergi dalam pengembangan sektor pariwisata, seni budaya dan ekonomi kreatif. Keikutsertaan Minahasa dalam TIFF 2026 sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pariwisata Sulawesi Utara, sekaligus membuka peluang bagi potensi lokal untuk semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional,” jelasnya.

Arah tersebut memperlihatkan adanya upaya untuk membangun arsitektur pembangunan pariwisata yang lebih terintegrasi—di mana promosi, kebudayaan, kreativitas, ekonomi masyarakat dan jejaring investasi dapat bergerak dalam satu garis kebijakan.

Dengan demikian, festival tidak berhenti sebagai seremoni. Panggung budaya tidak berhenti sebagai pertunjukan. Dan potensi daerah tidak berhenti sebagai kebanggaan.

Semuanya diarahkan menjadi energi pembangunan yang menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat sosial.

Semangat “Collaboration of Spirit” yang menjadi tema TIFF 2026 menjadi relevan dengan arah pembangunan pariwisata Minahasa. Kolaborasi bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan strategis untuk membangun daya saing daerah.

Minahasa membawa kekayaan sejarah, budaya, seni, tradisi dan kreativitas masyarakat sebagai modal sosial yang memiliki nilai strategis. Tantangannya adalah bagaimana modal tersebut dikapitalisasi secara kreatif menjadi kekuatan ekonomi tanpa kehilangan akar identitasnya.

Dalam konteks itu, kehadiran Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam TIFF 2026 menjadi bagian dari diplomasi daerah melalui kebudayaan dan ekonomi kreatif.

Panggung festival menjadi jendela. Budaya menjadi identitas. Kreativitas menjadi kekuatan. Pariwisata menjadi penghubung. Dan ekonomi kreatif menjadi salah satu instrumen untuk membawa manfaat pembangunan semakin dekat kepada masyarakat.

Bagi Minahasa, langkah tersebut merupakan bagian dari agenda untuk naik kelas dari sekadar memiliki potensi menjadi daerah yang mampu mengemas, mempromosikan dan mengonversi potensinya menjadi kekuatan ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Robby Dondokambey–Vanda Sarundajang, pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif diproyeksikan bukan sekadar sebagai etalase daerah, melainkan sebagai lokomotif pertumbuhan, jembatan kolaborasi dan pintu masuk menuju perluasan peluang ekonomi masyarakat.

Ia menjadi panggung untuk menanam identitas, memperluas jejaring, membuka pasar dan memproyeksikan wajah Minahasa ke horizon yang lebih luas—dari kekuatan lokal menuju panggung nasional hingga percaturan global.

#Lee_Us

 

====***====

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *