Minahasa Menyalakan Pilar Merah Putih, Robby–Vanda Perkuat Ekosistem Pembinaan Paskibraka Berkarakter

MINAHASA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berjiwa nasionalis melalui pelaksanaan Upacara Tantingan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Minahasa Tahun 2026 di Lapangan Dr. Sam Ratulangi, Taman God Bless Minahasa, Jumat (31/7/2026).

Upacara yang dipimpin langsung Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP. tersebut menjadi momentum strategis dalam menandai dimulainya pemusatan pendidikan dan pelatihan calon Paskibraka sekaligus memperkokoh arsitektur pembinaan karakter generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam menyiapkan putra-putri terbaik daerah untuk mengemban tugas kehormatan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa terpilih sebagai calon Paskibraka bukan sekadar prestasi, melainkan amanah kebangsaan yang hanya diberikan kepada generasi muda yang berhasil melewati proses seleksi secara objektif, ketat, dan kompetitif. Menurutnya, setiap peserta telah menunjukkan kualitas disiplin, integritas, dedikasi, serta semangat pengabdian yang menjadi modal utama dalam menjalankan tugas kenegaraan.

“Mulai hari ini, kalian memulai perjalanan yang tidak hanya membentuk fisik dan keterampilan, tetapi juga karakter serta jiwa kepemimpinan. Paskibraka adalah simbol semangat kebangsaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” tegas Bupati.

Bupati menekankan bahwa waktu menuju pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin dekat sehingga seluruh calon Paskibraka dituntut memanfaatkan setiap tahapan pendidikan dan pelatihan secara maksimal.

Menurutnya, proses tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis baris-berbaris, tetapi juga menjadi wahana pembentukan mental yang tangguh, penguatan integritas, kepemimpinan, loyalitas, solidaritas, serta kemampuan bekerja dalam satu komando.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa pendidikan Paskibraka merupakan investasi strategis pemerintah dalam mencetak generasi penerus yang memiliki karakter kuat, disiplin tinggi, tanggung jawab, etika, serta kecintaan yang kokoh terhadap bangsa dan negara.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah maupun nasional.

“Kalian memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh yang baik. Jadilah inspirasi sehingga mampu mengharumkan nama diri sendiri, keluarga, sekolah, dan Kabupaten Minahasa,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Robby Dondokambey juga memberikan apresiasi kepada seluruh pembina, pelatih, panitia, tenaga pendidik, serta para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh terhadap proses pembinaan calon Paskibraka.

Menurutnya, keberhasilan membangun karakter generasi muda tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kokoh antara pemerintah, keluarga, institusi pendidikan, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.

Momentum paling berkesan terjadi menjelang dimulainya pemusatan pelatihan di “Desa Bahagia”. Di hadapan seluruh peserta, Bupati memberikan tantangan moral sebagai bentuk penguatan komitmen dan integritas. Dengan penuh ketegasan, ia mempersilakan siapa pun yang merasa tidak siap menjalani seluruh proses pendidikan dan pelatihan untuk mengundurkan diri secara sukarela.

Namun, pemandangan yang tercipta justru menjadi simbol lahirnya tekad kolektif generasi muda Minahasa. Tidak satu pun calon Paskibraka beranjak dari barisan. Seluruh peserta tetap berdiri tegak dengan sikap sempurna, mencerminkan kesiapan lahir dan batin untuk mengemban amanah negara.
Sikap tersebut dinilai Bupati sebagai manifestasi nyata semangat Merah Putih yang telah tertanam dalam diri para calon Paskibraka.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa seluruh peserta telah menunjukkan kesiapan mental, ketangguhan karakter, serta komitmen untuk menjalani seluruh tahapan pembinaan hingga sukses melaksanakan tugas sakral mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Semangat dan keteguhan yang kalian tunjukkan hari ini menjadi bukti bahwa kalian siap mengemban tugas mulia sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Jagalah disiplin, kehormatan, dan nama baik Kabupaten Minahasa,” pungkasnya.

Kehadiran Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.AP. dalam upacara tersebut semakin mempertegas soliditas kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mengawal pembinaan generasi muda sebagai aset strategis daerah.

Sinergi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati menjadi representasi komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pembinaan kepemudaan yang berorientasi pada pembentukan karakter, nasionalisme, dan kepemimpinan berintegritas sebagai bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina W. Dondokambey-Lengkong, S.E., Kapolres Minahasa, Dandim 1302/Minahasa, para Asisten, Kepala Badan, Kepala Dinas, serta para Camat se-Kabupaten Minahasa.

Kehadiran jajaran Forkopimda dan seluruh perangkat daerah mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung suksesnya pembinaan calon Paskibraka sebagai kawah candradimuka lahirnya generasi Minahasa yang berkarakter, berintegritas, berjiwa patriotik, dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kehormatan Merah Putih.

#Lee_Us

 

====***====

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *