Pengucapan Syukur Perkuat Mandat Pembangunan, Minahasa Tampil sebagai Simpul Kemajuan Sulawesi Utara

MINAHASA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa kembali menegaskan komitmennya membangun tata kelola pemerintahan yang berlandaskan nilai kebersamaan, persatuan, dan budaya gotong royong melalui Perayaan Hari Pengucapan Syukur Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Dr. Sam Ratulangi, Taman God Bless Minahasa, Minggu (26/7/2026).

Di bawah kepemimpinan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP. bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., momentum tahunan yang telah menjadi identitas masyarakat Minahasa tersebut dikemas sebagai ruang pemersatu antara pemerintah dan masyarakat.

Perayaan tidak hanya menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tetapi juga merepresentasikan semangat pemerintahan yang hadir, melayani, dan bertumbuh bersama rakyat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Ketua BPMS GMIM, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, dilanjutkan dengan makan bersama seluruh masyarakat menggunakan beragam kuliner tradisional serta hasil bumi terbaik yang dibawa oleh setiap kecamatan dan desa se-Kabupaten Minahasa.

Kehadiran hasil-hasil pertanian tersebut menjadi simbol keberhasilan pembangunan sektor pangan sekaligus wujud rasa syukur atas penyertaan Tuhan bagi daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Utara.

Ribuan masyarakat memadati kawasan Taman God Bless Minahasa sejak pagi hari. Antusiasme warga dari berbagai penjuru Minahasa bahkan menyebabkan kepadatan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan menuju lokasi kegiatan.

Namun kondisi tersebut justru menjadi gambaran nyata tingginya partisipasi masyarakat sekaligus meningkatnya aktivitas ekonomi selama momentum Pengucapan Syukur.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa di bawah kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang atas suksesnya penyelenggaraan Pengucapan Syukur yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.

Gubernur menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa beserta seluruh masyarakat yang telah memberikan sambutan hangat dan menunjukkan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Minahasa.

Menurutnya, membludaknya masyarakat yang hadir hingga menyebabkan kemacetan bukan sekadar fenomena lalu lintas, melainkan indikator bahwa denyut ekonomi daerah sedang bergerak positif. Tradisi mudik yang kembali hidup dinilai memberikan dampak langsung terhadap meningkatnya aktivitas perdagangan, jasa, pariwisata, hingga sektor usaha mikro masyarakat.

“Ekonomi Provinsi Sulawesi Utara cukup tinggi, tepuk tangan buat Minahasa karena di tahun 2025–2026 ini Minahasa naik 1 persen dibanding tahun sebelumnya dan bisa menekan kemiskinan serta stunting,” ujar Gubernur.

Pernyataan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi strategis Kabupaten Minahasa dalam memperkuat fondasi pembangunan Provinsi Sulawesi Utara.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional, Minahasa dinilai mampu menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, seiring keberhasilan pemerintah daerah menekan angka kemiskinan dan prevalensi stunting melalui berbagai program yang berpihak kepada masyarakat.

Gubernur menegaskan, capaian tersebut turut mengantarkan Provinsi Sulawesi Utara menjadi provinsi terbaik di Pulau Sulawesi dalam penanganan kemiskinan dan stunting. Prestasi itu memperoleh apresiasi dari Pemerintah Pusat berupa penghargaan dan alokasi dana sebesar Rp3 miliar.

Dana penghargaan tersebut, lanjut Gubernur, bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi merupakan amanah yang harus dikelola secara akuntabel melalui program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kepercayaan ini kita jaga bersama supaya pemerintah pusat tetap percaya kepada kita, bahwa apa yang diberikan dirawat, dijaga, dan ditingkatkan untuk kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” tegasnya.

Ia memastikan dana tersebut akan dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan ekonomi daerah, pengurangan kemiskinan, serta percepatan penanganan stunting secara berkelanjutan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pengucapan Syukur bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum memperkokoh iman, persaudaraan, dan optimisme dalam membangun daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi, keluarga, dan pribadi, saya mengucapkan selamat merayakan Pengucapan Syukur. Tuhan Yesus memberkati kita semua, shalom damai di hati,” tutupnya.

Perayaan Pengucapan Syukur Tahun 2026 juga menjadi panggung sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat kolaborasi pembangunan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. bersama istri, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., CGCAE., Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.AP., Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina W. Dondokambey-Lengkong, S.E., Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf. Bonaventura Ageng F.S., Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Frangky Wolayan, S.E., para kepala perangkat daerah, camat, lurah, hukum tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari seluruh wilayah Kabupaten Minahasa.

Perayaan Pengucapan Syukur 2026 akhirnya menegaskan bahwa semangat syukur bukan hanya menjadi tradisi spiritual masyarakat Minahasa, tetapi juga telah berkembang menjadi instrumen penguatan kohesi sosial, stabilitas pemerintahan, serta konsolidasi pembangunan daerah.

Di bawah kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Pengucapan Syukur menjadi simbol harmonisasi antara nilai religius, budaya, dan arah pembangunan, yang memperkokoh posisi Minahasa sebagai salah satu motor penggerak kemajuan Sulawesi Utara menuju daerah yang semakin maju, sejahtera, inklusif, dan berdaya saing.

#Lee_Us

 

====***====

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *