
BITUNG – Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kota Bitung kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pilar pembangunan sosial-keagamaan melalui pelaksanaan Khitanan Massal Gratis BKPRMI Peduli yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kota Bitung, Minggu (21/6/2026).
Program kemasyarakatan yang telah menjadi agenda strategis BKPRMI tersebut bukan sekadar pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, melainkan juga representasi nyata kepemimpinan organisasi yang berorientasi pada penguatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan generasi muda, serta perluasan manfaat sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan yang dibuka sejak pukul 07.00 WITA dengan prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya itu berlangsung penuh semangat kebersamaan dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bitung, jajaran pengurus BKMT Kota Bitung, tokoh masyarakat, serta seluruh pengurus dan kader BKPRMI.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terlihat sangat tinggi. Meski panitia awalnya menetapkan kuota sebanyak 100 peserta, jumlah pendaftar justru melampaui target dan mencapai 111 anak hingga masa penutupan pendaftaran pada 15 Juni 2026.
Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Bitung, Ranang Ranti, menegaskan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator kuat bahwa program-program sosial yang dilaksanakan BKPRMI mendapat kepercayaan publik dan dinilai memberikan manfaat nyata.
“BKPRMI Peduli bukan hanya sebuah slogan, tetapi komitmen yang terus kami wujudkan melalui aksi nyata. Alhamdulillah, respons masyarakat sangat luar biasa. Dari target awal 100 peserta, jumlah pendaftar mencapai 111 anak. Ini menunjukkan bahwa kehadiran BKPRMI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ranang.
Di bawah kepemimpinannya, program khitanan massal tersebut telah dilaksanakan untuk kedua kalinya dan menjadi bagian dari strategi organisasi dalam memperkuat fungsi pelayanan sosial, pemberdayaan umat, serta pembinaan generasi Islam yang sehat, religius, dan berkarakter.
Menurut Ranang, keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama terhadap pembangunan masyarakat.
Program tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan lembaga pelayanan kesehatan Sunat Yuk sebagai mitra pelaksana, serta mendapat dukungan dari BKMT Kota Bitung, Paskas Kita Bitung, PRM Al Amin Sari Kelapa, dan PRM At-Taqwa Pasar Tua.
Kolaborasi lintas organisasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya.

Lebih jauh, Ranang menegaskan bahwa BKPRMI akan terus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan program-program produktif yang mampu mengarahkan energi generasi muda ke jalur yang konstruktif dan bermanfaat.
“Kami ingin pemuda dan remaja Islam Kota Bitung semakin aktif dalam berbagai kegiatan positif. Dengan memperbanyak ruang-ruang pengabdian, kreativitas, dan pelayanan sosial, mereka dapat terhindar dari berbagai perilaku negatif yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun tindak pidana,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Andry Efendi Djafar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun material sehingga kegiatan dapat berjalan sukses sesuai harapan.
Menurutnya, sejak dimulai pada pagi hari hingga seluruh rangkaian selesai dilaksanakan, proses khitanan massal berlangsung tertib, aman, dan lancar dengan jumlah peserta mencapai 111 anak.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh anggota BKPRMI, para sponsor, tenaga medis, mitra kerja, serta seluruh unsur yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama dan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat,” ungkap Andry.
Pelaksanaan Khitanan Massal BKPRMI Peduli tahun 2026 menjadi simbol kuat bahwa organisasi kepemudaan Islam tidak hanya hadir sebagai wadah pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Melalui gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan ini, BKPRMI Kota Bitung semakin memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis masyarakat dalam membangun generasi yang sehat, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
Di saat yang sama, program tersebut menjadi cerminan kepemimpinan organisasi yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, sekaligus mempertegas bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah yang lebih kuat dan berdaya saing.
☆Muhajir.T
