Legitimasi Intelektual Menguat: Vanda Sarundajang Dorong Tata Kelola Adaptif dan Akuntabel

MINAHASA — Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas kepemimpinan berbasis kompetensi melalui partisipasi aktif dalam ujian tesis Program Studi Magister (S2) Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum di Universitas Negeri Manado, Rabu (6/5/2026).

Pelaksanaan ujian yang berlangsung di Kampus UNIMA Tondano tersebut menjadi momentum strategis dalam mengukuhkan integrasi antara kapasitas akademik dan praksis pemerintahan.

Dalam forum akademik yang berlangsung khidmat dan penuh disiplin ilmiah itu, Vanda Sarundajang diuji oleh tim penguji yang terdiri dari Theodorus Pangalila selaku dekan, bersama Laurens Bulo dan Goinpeace Tumbel.

Sementara itu, proses pembimbingan akademik yang menjadi fondasi penyusunan tesis turut dikawal oleh Devie S. R. Siwij dan Steven B. Tarore, yang berperan aktif dalam memastikan kualitas substansi dan metodologi kajian tetap berada pada standar akademik yang tinggi.

Keikutsertaan Wakil Bupati dalam tahapan akhir pendidikan magister ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan representasi konkret dari paradigma kepemimpinan progresif yang menempatkan peningkatan kapasitas intelektual sebagai instrumen strategis dalam merumuskan kebijakan publik yang responsif, adaptif, dan berbasis evidensi.

Pelaksanaan ujian berlangsung lancar, tertib, dan sarat nuansa akademik yang kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Vanda Sarundajang menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh tim penguji dan pembimbing atas kontribusi pemikiran, arahan, serta pendampingan yang telah diberikan sepanjang proses studi.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada para dosen penguji dan pembimbing atas bimbingan, masukan, serta dukungan yang diberikan selama ini. Kiranya ilmu yang diperoleh dapat saya implementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar capaian personal, momentum ini merefleksikan arah kebijakan kepemimpinan daerah yang menempatkan penguatan sumber daya manusia aparatur sebagai pilar utama reformasi birokrasi.

Upaya peningkatan kapasitas akademik yang dilakukan oleh pimpinan daerah menjadi sinyal kuat hadirnya kepemimpinan yang visioner, berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, serta berkomitmen terhadap terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Dengan demikian, langkah strategis yang ditempuh Wakil Bupati Minahasa ini menjadi simbol penguatan legitimasi kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus menegaskan bahwa transformasi birokrasi modern menuntut sinergi antara kecakapan intelektual, integritas moral, dan keberpihakan pada kepentingan publik.

#Lee_Us 

 

====***====

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *