
MINAHASA — Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, menegaskan peran strategis Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam membangun diplomasi pendidikan dan pariwisata internasional saat menerima kunjungan Pasiar Edu Tourism Australia 2026 di kawasan bersejarah Benteng Moraya, Rabu (25/2/2026).
Agenda tersebut bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan panggung diplomasi kebudayaan yang merefleksikan arah kebijakan daerah dalam memperkuat global engagement berbasis identitas lokal.

Wakil Bupati hadir didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa, Moudy Pangerapan, MAP, sebagai representasi soliditas orkestrasi perangkat daerah dalam mendorong sektor strategis.
Kunjungan ini merupakan program kolaboratif antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat (FEB Unklab) dan Manly Manado Society Inc, yang dirancang untuk mempererat konektivitas edukasi dan pariwisata antara Indonesia dan Australia.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan sinergi triple helix—pemerintah, akademisi, dan komunitas internasional—dalam membangun jejaring pembangunan berkelanjutan.

Di ruang historis yang menjadi simbol perjuangan dan marwah peradaban Minahasa, Sarundajang menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa Edu Tourism Australia 2026 merupakan bagian dari strategic people-to-people diplomacy yang memiliki implikasi langsung terhadap penguatan positioning Minahasa di peta destinasi edukatif global.
“Kabupaten Minahasa menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah konkret memperluas promosi daerah sekaligus memperkenalkan identitas budaya dan nilai sejarah Minahasa kepada masyarakat internasional,” tegas Sarundajang.
Ia menekankan bahwa edu-tourism merupakan instrumen efektif dalam membangun soft power daerah—menghadirkan pendekatan akademik sebagai jembatan diplomasi, serta kebudayaan sebagai fondasi legitimasi identitas.
Dalam perspektif tata kelola modern, sektor pariwisata dan pendidikan bukan lagi entitas terpisah, melainkan pilar integratif dalam arsitektur pembangunan daerah.

Menurutnya, Minahasa tidak hanya menawarkan lanskap alam yang eksotis, tetapi juga narasi sejarah yang kuat, kearifan lokal yang hidup, serta kekayaan tradisi yang menjadi energi sosial masyarakat.
Nilai-nilai tersebut menjadi comparative advantage yang memperkuat daya saing daerah di tengah kompetisi destinasi internasional.
Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam mendorong sinergi lintas sektor—pendidikan, pariwisata, dan hubungan internasional.
Sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis potensi lokal dengan orientasi global (local strength, global reach).
Di bawah kepemimpinan Wakil Bupati Vanda, arah kebijakan ini mencerminkan paradigma progresif: memperluas jejaring akademik, membuka ruang pertukaran pengetahuan, serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemkab Minahasa berharap kerja sama yang telah terjalin dapat berkelanjutan dan berkembang menjadi platform kolaborasi jangka panjang, memperkuat diplomasi daerah sekaligus meningkatkan eksposur Minahasa di forum internasional.
Dari Benteng Moraya, pesan itu ditegaskan: Minahasa bukan sekadar destinasi wisata, tetapi ruang belajar dunia—sebuah daerah yang meneguhkan identitasnya sembari membuka diri sebagai simpul strategis diplomasi edukasi global.
#Lee_Us
====***====


