
MINAHASA — Kepemimpinan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, SSi, MAP, (RD) kembali menegaskan arah komando pembangunan daerah yang presisi dan terukur. Dari Ruang Command Center Kantor Bupati Minahasa, Senin (23/2/2026), Bupati RD mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi.
Yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah.
Sebuah forum strategis nasional yang mempertemukan kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Indonesia secara virtual.

Rakor tersebut dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Tomsi Tohir, sebagai bagian dari orkestrasi nasional menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Didampingi jajaran strategis—Kepala BPKAD, Kadis Kominfo, Kadis Perdagangan, Kadis Perkim, Kasat Pol-PP, Kabag Hukum, Kabag Ekonomi, hingga Kabag Prokopim.
Bupati RD menunjukkan model kepemimpinan kolektif-kolegial yang solid, memastikan setiap kebijakan nasional tertranslasi efektif dalam kebijakan daerah.
Dalam arahannya, Bupati RD menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen geopolitik ekonomi daerah untuk menjaga stabilitas sosial dan ketahanan masyarakat.
“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi perlu sinergi dengan pemerintah pusat dan lintas sektor agar stabilitas harga tetap terjaga,” tegasnya.
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), Bupati menginstruksikan TPID Minahasa memperketat pemantauan harga komoditas strategis dan rantai distribusi bahan pokok.
Dalam waktu dekat, Pemkab Minahasa bersama TPID akan menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasar di sejumlah wilayah sebagai langkah preventif memastikan tidak terjadi spekulasi harga maupun gangguan pasokan.
Langkah ini menegaskan positioning Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai guardian of stability—penjaga keseimbangan antara kepentingan produsen, distributor, dan konsumen demi menjaga daya beli rakyat tetap kuat.
Rakor juga dirangkaikan dengan sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal.

Bupati RD memandang sertifikasi halal sebagai fondasi tata kelola perdagangan modern yang menjamin kepastian hukum, perlindungan konsumen, serta peningkatan daya saing produk lokal.
“Sertifikasi halal bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi peluang strategis untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk,” ujarnya.
Ia mendorong pelaku usaha di Minahasa untuk segera mengurus sertifikasi halal sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah berbasis standar dan kepastian mutu.
Dalam perspektif kepemimpinan RD, legalitas dan kualitas adalah dua pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun ekonomi yang berdaulat dan berkelanjutan.
Pada agenda evaluasi Program 3 Juta Rumah, Pemkab Minahasa menyatakan kesiapan penuh mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menyukseskan agenda strategis nasional sekaligus menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan tempat tinggal yang aman dan bermartabat.
Bupati RD menempatkan sektor perumahan sebagai bagian integral dari kebijakan kesejahteraan sosial dan penguatan stabilitas ekonomi jangka panjang.
Hunian layak, menurutnya, bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan fondasi ketahanan keluarga dan produktivitas masyarakat.
Melalui partisipasi aktif dalam rakor tersebut, Bupati RD menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa bergerak dalam satu komando pembangunan yang selaras dengan kebijakan nasional namun tetap adaptif terhadap karakteristik lokal.
Pengendalian inflasi yang disiplin, implementasi jaminan produk halal yang progresif, serta percepatan program perumahan rakyat menjadi tiga pilar strategis yang dikonsolidasikan dalam satu narasi besar: stabilitas ekonomi yang inklusif dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Robby Dondokambey, Minahasa menegaskan diri bukan sekadar sebagai pelaksana kebijakan, tetapi sebagai aktor aktif dalam arsitektur stabilitas nasional—tegas dalam komando, presisi dalam eksekusi, dan konsisten dalam keberpihakan kepada rakyat.
#Lee_Us
====***====


