Menjaga Persatuan, Menata Ketahanan: Kepemimpinan Robby – Vanda Perkuat Simpul Kerukunan Nasional

JAKARTA — Di bawah kendali kepemimpinan Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, MAP, bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS, Pemerintah Kabupaten Minahasa terus menegaskan arah pembangunan yang berlandaskan nilai kerukunan, ketangguhan sosial, dan ketahanan spiritual sebagai fondasi strategis pembangunan daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja resmi ke Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlangsung di Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Selasa (3/2/2026).

Kunjungan ini menjadi penanda kuat konsistensi kepemimpinan daerah dalam membangun orkestrasi kebijakan lintas sektor dan lintas iman guna menjawab tantangan pembangunan multidimensi.

Bupati dan Wakil Bupati Minahasa dalam agenda strategis tersebut turut didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina Dondokambey-Lengkong, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Minahasa Ir. Jani Moniung, Kepala Dinas Pangan Maya Marina Kainde, SH, MAP, Kepala Dinas Sosial dr. Maya Rambitan, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pdt. Geovani Rorora.

Kehadiran jajaran lintas perangkat daerah ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam membangun pendekatan kebijakan yang holistik dan terintegrasi.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Minahasa disambut langsung oleh Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, M. Adib Abdul Shomad, M.Ag., M.Ed., Ph.D, bersama jajaran.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog strategis yang produktif, membahas berbagai agenda kebijakan yang berorientasi pada penguatan kerukunan umat, ketahanan sosial masyarakat, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya tahan.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian penting dari penguatan sinergitas kelembagaan antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Kementerian Agama RI dalam mendukung pelaksanaan program-program strategis nasional yang terintegrasi dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

Sejumlah agenda prioritas dibahas secara mendalam, antara lain penguatan peran rumah ibadah sebagai rumah tanggap bencana, persiapan Desa Bukit Tinggi sebagai Desa Kerukunan yang menjadi model nasional.

Penguatan mental dan spiritual generasi muda sebagai benteng sosial masa depan, serta rencana pembentukan dan penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan sebagai instrumen strategis pemeliharaan harmoni sosial.

Bupati Minahasa Robby Dondokambey menegaskan bahwa tokoh agama merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kesadaran kolektif dan ketahanan sosial masyarakat.

“Tokoh agama memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran umat. Tidak hanya dalam menjaga dan merawat kerukunan, tetapi juga dalam mendukung dan mengakselerasi program-program strategis pemerintah daerah, termasuk ketahanan pangan,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Robby Dondokambey mengajak seluruh elemen umat beragama di Minahasa untuk terlibat aktif dalam gerakan bersama menjaga ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari ketahanan nasional.

“Melalui semangat bersama kita menanam, kami mengajak seluruh umat beragama di Minahasa untuk kembali mengolah lahan dan menanam. Ini bukan hanya soal pangan, tetapi soal kemandirian daerah, stabilitas ekonomi, dan pengendalian inflasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas agama sebagai pilar utama pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama, khususnya melalui penguatan FKUB, merupakan fondasi strategis dalam menciptakan Minahasa yang rukun, tangguh menghadapi bencana, serta memiliki ketahanan sosial dan spiritual yang kokoh,” tambahnya.

Melalui kunjungan kerja ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali menegaskan arah kebijakan pembangunan yang tidak semata berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi.

Melainkan juga pada penguatan nilai-nilai kerukunan, solidaritas sosial, dan spiritualitas sebagai modal sosial utama dalam mewujudkan Minahasa yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

#Lee_Us 

 

====***====

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *