
MINAHASA — Momentum Hari Pemuda Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Tahun 2026 menjelma sebagai panggung konsolidasi iman, kebangsaan, dan kepemimpinan lintas sektor.
Perayaan yang berlangsung Sabtu (14/2/2026) di Stadion SHS Kawangkoan digelar melalui ibadah syukur bertema “Mareng a Se Opo Empung”, sebuah seruan strategis untuk mengembalikan arah generasi muda kepada sumber kehidupan sekaligus memperteguh komitmen pengabdian bagi gereja, daerah, dan bangsa.

Ibadah dipimpin Ketua Majelis Gembala KGPM, Gembala Ferra Lintong, M.Th (Ny. Mamesah), dengan pembacaan Alkitab Yohanes 15:15.
Ribuan pemuda dari berbagai wilayah tumpah ruah memenuhi stadion, menciptakan atmosfer kebangkitan spiritual yang berpadu dengan semangat persatuan.
Kehadiran Wakil Bupati Minahasa sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan KGPM, Pnt Vanda Sarundajang, SS, bersama jajaran pimpinan perangkat daerah—Kepala Bapenda, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kominfo, Kabag Kerja Sama, Camat Kawangkoan, dan Camat Tompaso Barat.
Menjadi simbol kuat sinergi gereja dan pemerintah dalam membangun generasi muda berkarakter, berdaya saing, dan berjiwa nasionalis.
Turut hadir Ketua Pucuk Pimpinan KGPM Gembala Francky Londa, S.Th., MA, Ketua Komisi Pemuda Pucuk Pimpinan KGPM Pnt Andrih Makasihidi, SH, beserta jajaran pimpinan KGPM, mempertegas soliditas kelembagaan gereja dalam menyiapkan kader pemimpin masa depan.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Umum Panitia dr. Natasha Vanya yang menegaskan tingginya antusiasme peserta serta keberhasilan koordinasi Pemuda KGPM Imanuel Tompaso sebagai pelaksana.
Ia menegaskan bahwa tema kegiatan merupakan pengingat strategis agar pemuda tetap kokoh dan tidak kehilangan arah di tengah dinamika zaman.
“Kita harus menyadari bahwa kita akan kembali ke sumber kehidupan kita yakni Tuhan Yesus,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan berbasis iman menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan gereja dan bangsa.
Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM Gembala Francky Londa menegaskan Hari Pemuda KGPM sebagai momentum reaktualisasi semangat Peristiwa Merah Putih—tonggak sejarah perjuangan pemuda KGPM yang kini kembali mendapat pengakuan luas.
Ia menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini adalah perang melawan kebodohan, kemiskinan, kemalasan, dan ketertinggalan—empat agenda besar pembangunan sumber daya manusia.
“Kita kembali ke sumber perjuangan dan kemerdekaan, sumber kasih sayang yakni Tuhan. Teruskanlah kasih sayang-Nya. Selamat Hari Merah Putih, Selamat Hari Pemuda KGPM, Selamat Hari Kasih Sayang,” tegasnya.
Seruan tersebut meneguhkan bahwa pemuda KGPM harus tampil sebagai motor penggerak transformasi sosial dan spiritual.
Sambutan Bupati Minahasa yang dibacakan Camat Kawangkoan Stenly D. Umboh, SSTP, MAP menegaskan posisi strategis Pemuda KGPM sebagai agen perubahan dan mitra pembangunan.

Pemerintah menaruh harapan besar agar pemuda KGPM berperan aktif mendukung program strategis nasional dan daerah, termasuk Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
“Pemuda KGPM harus menjadi agen perubahan. Momentum ini harus memperkuat semangat persatuan dan cinta tanah air. Dengan iman kokoh dan nasionalisme tinggi, kita yakin mampu melewati setiap tantangan,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong partisipasi generasi muda sebagai pilar pembangunan nasional.
Perayaan ditutup dengan parade pemuda dari Stadion SHS Kawangkoan menuju KGPM Imanuel Tompaso.
Pawai tersebut menjadi simbol visual kebersamaan, soliditas, serta komitmen pelayanan pemuda KGPM bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.
Momentum Hari Pemuda KGPM 2026 pun menegaskan satu pesan besar: kolaborasi gereja dan pemerintah dalam membina generasi muda adalah investasi strategis bagi masa depan daerah dan Indonesia.
#Lee_Us
====***====


