
Tomohon – Kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada tata kelola pemerintahan, tetapi juga berpijak kuat pada nilai kemanusiaan dan empati sosial, kembali dipancarkan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa di bawah nahkoda Bupati Dr. Robby Dondokambey, SSi, MAP (RD) bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, SS (VaSung), saat menghadiri ibadah penghiburan atas meninggalnya Almarhumah Ibu Lenny Runtu dalam keluarga besar Poluan–Ratulangi, Senin (30/3/2026).
Kehadiran langsung pimpinan daerah di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Paslaten, Kota Tomohon, menjadi representasi nyata bahwa pemerintahan yang kuat dibangun bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui sentuhan hati, solidaritas, dan kedekatan emosional dengan seluruh jajaran birokrasi serta keluarganya.

Momentum duka ini menjadi potret kuat wajah pemerintahan Minahasa yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan sebagai fondasi utama dalam menjaga harmoni organisasi dan stabilitas pelayanan publik.
Kehadiran Bupati RD dan Wakil Bupati VaSung sekaligus memperlihatkan bahwa relasi antara pimpinan daerah dan perangkat birokrasi tidak berhenti pada batas formal kelembagaan, melainkan tumbuh dalam ikatan sosial yang kokoh dan penuh penghormatan.
Ibadah penghiburan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keteduhan, dengan dihadiri unsur pimpinan daerah, pejabat struktural, keluarga, serta kerabat dekat, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah yang merupakan keluarga dekat dari Kepala Dinas Pertanian Minahasa, Dr. Ir. Margaretha Ratulangi.
Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan ungkapan belasungkawa mendalam, seraya menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah duka masyarakat dan jajaran ASN merupakan manifestasi dari kepemimpinan yang hadir, menguatkan, dan melayani secara utuh.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Almarhumah Ibu Lenny Runtu. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa, sumber segala penghiburan, senantiasa memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan sejati bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan,” ujar Bupati RD.
Pernyataan tersebut menegaskan karakter kepemimpinan Robby–Vanda yang tidak berjarak dengan rakyat maupun birokrasi, tetapi hadir sebagai simpul penguat moral di saat keluarga besar pemerintahan menghadapi masa-masa sulit.

Lebih jauh, Bupati RD mengajak seluruh keluarga besar Poluan–Ratulangi, terlebih khusus Dr. Ir. Margaretha Ratulangi, untuk tetap meneguhkan iman, menjaga ketabahan, dan menjadikan seluruh kenangan indah bersama almarhumah sebagai energi spiritual dalam melanjutkan kehidupan.
Menurutnya, duka adalah refleksi dari kasih yang besar, dan setiap perjalanan hidup manusia berada dalam garis rencana Tuhan yang penuh makna.
“Duka yang dirasakan adalah bagian dari kasih yang begitu besar kepada almarhumah semasa hidup. Namun kita percaya bahwa kehidupan manusia ada dalam rencana dan kedaulatan Tuhan,” tambahnya.
Pesan moral tersebut sekaligus menjadi narasi kepemimpinan yang menempatkan nilai religiusitas, keteguhan batin, dan semangat kebersamaan sebagai bagian dari kultur pemerintahan yang sehat dan berkeadaban.
Di sisi lain, kehadiran Wakil Bupati Vanda Sarundajang bersama unsur pimpinan daerah lainnya memperkuat citra soliditas kepemimpinan Minahasa, di mana setiap momentum sosial kemasyarakatan selalu direspons dengan kehadiran langsung sebagai simbol perhatian dan penghargaan terhadap setiap elemen pemerintahan.

Turut hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina Watok Dondokambey-Lengkong, SE, Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Atmosfer ibadah yang sarat doa dan penguatan moril tersebut menjadi cerminan bahwa birokrasi Minahasa tidak sekadar berdiri sebagai mesin administrasi, tetapi juga sebagai rumah besar yang menjunjung nilai persaudaraan, loyalitas, dan kepedulian antarsesama.
Dengan hadirnya pimpinan tertinggi daerah di tengah keluarga yang berduka, Pemerintah Kabupaten Minahasa kembali mempertegas wajah kepemimpinan yang humanis, responsif, dan menyatu dengan denyut kehidupan sosial masyarakat maupun keluarga besar ASN.

Di tengah suasana duka, kepemimpinan Robby–Vanda berhasil memancarkan pesan kuat bahwa pemerintahan yang kokoh selalu lahir dari empati, solidaritas, dan keteladanan moral yang hidup di tengah rakyat dan aparaturnya.
#Lee_Us
====***====



