Era Baru Diskominfo Minahasa: Ricky Laloan Tegaskan Integritas dan Akuntabilitas

MINAHASA — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Minahasa mengibarkan panji reformasi internal dengan menegaskan komitmen kelembagaan menuju tata kelola informasi yang berintegritas, disiplin, dan berorientasi kinerja.

Momentum strategis tersebut ditandai dengan pernyataan kesiapan seluruh jajaran untuk menandatangani Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Tahun Anggaran 2026, dalam apel resmi yang dipimpin langsung Kepala Dinas Kominfo Minahasa, Ricky H. R. Laloan, SH, di halaman Kantor Diskominfo, Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano, Kamis (29/1/2026).

Dalam arahannya, Laloan tampil sebagai nahkoda perubahan dengan menegaskan bahwa Pakta Integritas bukanlah sekadar instrumen administratif, melainkan fondasi moral dan etika birokrasi yang harus hidup dalam setiap denyut kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di sektor strategis pengelolaan informasi publik dan aset negara.

“Integritas ASN tidak berhenti pada seremoni dan tanda tangan di atas kertas. Integritas adalah sikap hidup birokrasi—tercermin dalam cara berpikir, cara bertindak, dan kedalaman etika saat mengelola informasi strategis pemerintah daerah,” tegas Laloan dengan nada komando.

Ia menekankan bahwa 10 butir komitmen kinerja yang termuat dalam Pakta Integritas harus diposisikan sebagai kompas institusional dalam menjalankan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berwibawa.

“Setiap indikator kinerja yang kita sepakati memiliki ukuran yang jelas dan konsekuensi yang nyata. Tidak ada ruang untuk kerja seremonial. Saya minta seluruh aparatur bekerja presisi sesuai tugas pokok dan fungsi, serta menjadikan komitmen ini sebagai rujukan utama dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.

Mantan Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Protokol Setda Minahasa itu juga secara tegas menggarisbawahi dua agenda krusial pembenahan organisasi, yakni stabilitas internal kelembagaan dan penertiban aset daerah.

Menurutnya, birokrasi yang solid harus ditopang oleh iklim kerja yang harmonis serta tata kelola aset yang tertib, transparan, dan produktif.

“Manajemen aset bukan soal inventaris semata, tetapi cerminan disiplin dan tanggung jawab institusi. Jangan sampai fasilitas negara yang seharusnya menopang kinerja justru menjadi titik lemah yang menghambat produktivitas,” tandasnya.

Dalam forum tersebut, Laloan juga menyampaikan instruksi strategis kepemimpinan kepada seluruh ASN Diskominfo Minahasa, meliputi:

■Integritas dan Profesionalisme; dengan penekanan pada kejujuran, kecermatan, serta kemampuan menjaga dan memilah informasi yang bersifat rahasia negara.

■Stabilitas Organisasi; melalui penguatan harmonisasi internal dan penolakan terhadap segala bentuk konflik kepentingan yang dapat merusak iklim kerja.

■Kedisiplinan Aparatur; dengan mengoptimalkan apel pagi sebagai instrumen kesiapsiagaan kerja, kontrol moral, dan peneguhan tanggung jawab pelayanan publik.

“Integritas adalah pondasi utama birokrasi modern. Dari kejujuran lahir profesionalisme, dari profesionalisme tumbuh stabilitas, dan dari stabilitas tercipta pelayanan publik yang bermartabat,” pungkas Laloan.

Melalui langkah strategis ini, Diskominfo Minahasa di bawah kepemimpinan Ricky H. R. Laloan, SH menegaskan arah baru institusi sebagai garda terdepan tata kelola informasi pemerintah daerah—bersih, tertib, dan berbasis kinerja—sejalan dengan agenda besar reformasi birokrasi Pemerintah Kabupaten Minahasa.

#Lee_Us 

 

 

====***====

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *